Resume Artikel Ilmiah “Preservation and Conservation of Lontar Gedong Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk Singaraja Bali”

 


Artikel ilmiah yang berjudul "Preservation and Conservation of Lontar Gedong Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk Singaraja Bali" membahas tentang usaha pelestarian dan konservasi naskah lontar di Museum Gedong Kirtya, Singaraja, Bali. Gedong Kirtya merupakan salah satu perpustakaan lontar tertua di Indonesia dan dunia, dengan koleksi sekitar 4.500 naskah lontar yang mencakup berbagai aspek seperti agama, budaya, sastra, dan sejarah. Museum ini didirikan pada 2 Juni 1928 dan telah menjadi pusat pelestarian naskah lontar yang sangat berharga bagi warisan budaya Indonesia.

Artikel ini memaparkan berbagai langkah yang diambil untuk menjaga kelestarian naskah lontar di Gedong Kirtya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui upaya konkret dalam merawat dan melestarikan naskah kuno lontar yang memiliki nilai budaya tinggi.

Beberapa langkah pelestarian yang dilakukan di Museum Gedong Kirtya antara lain adalah penyimpanan naskah lontar dalam wadah khusus yang disebut kropak, yang terbuat dari kayu yang tahan serangan hama. Suhu dan kelembaban ruangan penyimpanan naskah juga dijaga secara ketat untuk menghindari kerusakan akibat jamur dan kelembaban berlebih. Selain itu, koleksi lontar juga dibersihkan secara berkala menggunakan bahan kimia khusus untuk menjaga kejelasan huruf dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Proses konservasi juga mencakup tindakan perbaikan terhadap naskah yang mengalami kerusakan. Naskah yang sudah tua dan rentan terhadap kerusakan diperbaiki dengan cara membersihkan, memperbaiki, dan, jika diperlukan, menulis ulang naskah tersebut. Reproduksi naskah lontar dilakukan sebagai langkah terakhir dalam konservasi, dengan tujuan memastikan bahwa informasi yang terkandung dalam naskah tetap lestari dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya pelestarian dan konservasi di Gedong Kirtya telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kondisi naskah yang ada. Langkah-langkah yang dilakukan tidak hanya berfokus pada menjaga fisik naskah, tetapi juga pada memastikan bahwa nilai budaya dan informasi yang terkandung di dalamnya tetap dapat diakses dan dipelajari oleh masyarakat. Selain itu, peneliti juga menekankan pentingnya pengembangan sistem digital untuk akses informasi, yang akan memungkinkan masyarakat luas untuk mengakses koleksi lontar secara lebih mudah dan melestarikan warisan budaya ini secara lebih efektif.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang penting dalam upaya pelestarian naskah kuno di Indonesia, khususnya lontar, yang merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang sangat berharga. Gedong Kirtya Singaraja Bali menjadi contoh bagaimana konservasi naskah kuno dapat dilakukan dengan baik melalui langkah-langkah yang sistematis dan terencana, serta melibatkan penggunaan teknologi modern untuk mendukung aksesibilitas dan pelestarian informasi budaya.

TUGAS PKKMB: Eva Dwi Yanti

Komentar